Selasa, 21 Januari 2014

Cuap-Cuap Sementara

Pada tahun 90an jilbab masih sulit dikenakan dinegeri ini, banyak alasan yang melatar belakanginya. Salah satu kabar yang beredar pemerintah melarang muslimah memakai jilbab karena bisa dianggap SARA, faktor lain yang membuat muslimah malu dan males memakai jilbab karena orang yang berjilbab kadang dianggap kampungan, tidak modern, dan tidak trendy. Sebab model jilbab atau kerudung waktu itu hanya begitu begitu saja, yang sudah berjilbab pun kadang merasa ribet, kedodoran, tidak praktis dan tidak modis.

Di tahun 2010 model berbagai jilbab mamprah dipasaran, dari model jilbab instan, jilbab gaul, dan jilbab jilbab lainya. Sehingga dengan boomingnya model-model jilbab tersebut membuat para muslimah bersemangat dan tidak malu lagi untuk memakai jilbab. Fenomena seperti ini membuat kita bersyukur di satu sisi, tetapi disisi lain jilbab yang seharusnya memenuhi syarat syar’i telah beralih fungsi.

Jilbab bisa dijadikan sebagai perisai, pelindung, dan identitas seorang muslimah pastinya. jika kita belum bisa ketingkat identitas, minimal kita usahakan ketingkat awal yaitu sebagai perisai. Karena biasanya orang yang menggganggap jilbab sebagai identitas dirinya akan berbeda memahaminya dibandingkan dengan orang yang baru “ sekedar” berjilbab.

Kadang ada orang yang berkomentar, “ ah saya belum mau berjilbab, menjilbabi hati saja belum bisa, nanti kalau hati sudah terjilbabi baru menjilbabi rambut” . komentar seperti ini mungkin memang bisa kita maklumi bagi mereka yang belum paham tentang perintah berjilbab, karena semua butuh proses, dan proses itu tidak bisa dipaksakan, akan sangat sulit dan memerlukan waktu yang panjang. Tetapi kalau tidak pernah ada usaha, kapan kita akan menjadi lebih baik, selama hati kita masih sulit untuk “dijilbabi” berarti selama itu pula kita belum akan berjilbab. Ada juga sebagian orang mengatakan keimanan tidak harus dilihat dari simbol simbol yang dipakai atau yang ada, tetapi bukankah iman itu juga tidak cukup hanya dihati ? harus diucapkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan, tiga hal tersebut yang akan membuat sempurnanya iman.

Hijab part 1


Hijab part 2





Hijab part 3


Hijab part 4

Kamis, 16 Januari 2014

Hijab Bagi Wajah Segitiga

Wajah berbentuk hati terlihat cantik dengan gaya hijab yang terkesan longgar. Bagaimanapun, pastikan dahi terbungkus rapat atau gunakan ciput dngan aksen silang maupun setengah lingkaran (seperti terlihat pada gambar). Gaya jilbab yang paling matching untuk bentuk wajah segitiga ini yaitu dengan menekankan coverage pada area dahi dan membiarkan pipi terbungkus dengan efek longgar dan jatuh disekitar rahang. Ini akan menciptakan kesan dramatis serupa berlian.









http://tutorialjilbab2.blogspot.com/2013/07/tips-berjilbab-sesuai-bentuk-wajah.html

Hijab Bagi Wajah Lonjong

Bentuk wajah lonjong atau panjang sangat pas dengan gaya jilbab Turki. Jilbab model Turki yang penggunaannya membiarkan ciput menutup dahi secara horizontal memberikan kesan oval pada wajah. Style lain yang juga cocok untuk wajah panjang yaitu jenis model Turban. Model turban dengan aksesoris pada sisi wajah akan memberi efek penuh. Atau bisa juga dengan model Turban ala Fatin yang beraksen mawar di sisi kepala.
Hindari model jilbab yang mengekspos area dahi, karena ini akan menciptakan ilusi wajah yang semakin terihat panjang. Jangan menambah volume, hiasan ataupun ruffle di atas kepala, ini hanya akan mengesankan wajah yang lebih panjang.
Jilbab dengan menggunakan undercaps (ciput topi) cocok untuk wajah ini. Tetapi, pastikan pemakaian ciput topi sedikit menutupi area dahi. Atau pilihan lainnya, buat kamu yang berwajah lonjong, pilih model jilbab dengan aksesoris, ruffle ataupun drapery di sisi wajah. Ini akan memberi volume dan menciptakan ilusi lebar pada wajah.








http://tarycheallic08.blogspot.com/2013/09/tutorial-hijab-mari-berhijab.html